Kamis, 24 November 2016

NAT DAN PAT

NAT DAN PAT

NAT & PAT


Pengertian NAT (Network Address Translation)
NAT adalah sebuah metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet menggunakan satu IP Public. (Atmaja, 2015)Dengan demikian keterbatasan ketersediaan IP Address untuk pengguna komputer dapat diatasi. Dengan NAT, satu IP Public tersebut mewakili IP Address komputer dalam jaringan tersebut. Sesuai dengan namanya, Network Address Translation menerjemahkan atau mengubah IP address pada jaringan privat menjadi IP Public untuk terhubung dengan jaringan internet.

Fungsi NAT (Network Address Translation)

-          Menerjemahkan IP Address komputer menjadi IP Public yang memiliki hak akses kejaringan Internet
-          Menghemat IP Legal yang dibutuhkan oleh Internet Service Provider
-          Menghindari pengulangan pengalamatan ketika jaringan berubah
-          Mengurangi duplikat IP Address
-          Meningkatkan fleksibilitas jaringan

Jenis-Jenis NAT (Network Address Translation)

1. NAT Statis

NAT Statis adalah yang menggunakan tabel routing tetap, alokasi yang diberikan ditetapkan sesuai dengan alamat asal ke alamat tujuan. Jadi komputer tidak dapat melakukan transaksi data apabila belum didaftarkan dalam tabel NAT. Penerjemahan dilakukan ketika sebuah IP Address lokal dipetakan dalam IP Public, alamat tersebut dipetakan satu lawan satu secara static. NAT akan melakukan data request dan data sent sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam tabel NAT.

2. NAT Dinamis

NAT dinamis menggunakan logika balancing, yaitu dimana pada tabel NAT ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahan dari suatu alamat. Ada 2 jenis NAT dinamis, yaitu NAT System Pool dan NAT System Overload. (deris, 2013)
  
Port Address Translation (PAT)
Port Address Translation (PAT) adalah suatu fitur dari sebuah jaringan perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP komunikasi yang dibuat antara host di jaringan pribadi dan host pada jaringan publik.. Hal ini memungkinkan sebuah masyarakat tunggal alamat IP untuk digunakan oleh banyak host pada jaringan pribadi, yang biasanya Local Area Network atau LAN. Perangkat PAT transparan memodifikasi IP paket saat mereka melewatinya. Modifikasi membuat semua paket yang mengirim ke jaringan publik dari beberapa host di jaringan pribadi tampaknya berasal dari satu host , (perangkat PAT) pada jaringan publik.
Hubungan antara NAT dan PAT
PAT adalah himpunan bagian dari NAT, dan erat terkait dengan konsep Network Address Translation . Dalam PAT ada umumnya hanya satu alamat IP publik yang terbuka dan menghubungkan beberapa host swasta melalui alamat terkena. Masuk paket dari jaringan publik diarahkan ke tujuan mereka di jaringan pribadi dengan mengacu pada meja yang diselenggarakan dalam perangkat PAT yang melacak pasangan pelabuhan umum dan swasta.
Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port yang diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host di jaringan publik. Dengan cara ini, PAT beroperasi pada lapisan 3 (jaringan) dan 4 (transportasi) dari model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada lapisan 3.

interaksi server clien

INTERAKSI SERVER-CLIEN
Pengertian TCP/IP
     TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Pengertian UDP (User Datagram Protocol
User Datagram Protocol (UDP) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
Port
Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh layanan yang bakal ada di masa depan. Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.
·         Registered Port: Merupakan Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically Assigned Port.
·         Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.
PROTOKOL APLIKASI DAN LAYANAN-LAYANAN
1.     Server
    Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosessor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga di lengkapi dengan sistem operasi khusus yg disebut sebagai sistem operasi jaringan.
Fungsi Server :
1.      Server Aplikasi adalah server yang di gunakan untuk menyimpan berbagai macam bentuk aplikasi yg dapat diakses oleh client.
2.      Server Data digunakan untuk menyimpan data baik yg digunakan klien secara langsung maupun data yg di peroleh dari server aplikasi.
3.      Server proksi berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proksi.

2.     DNS
     Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan antara lain :
1.      Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2.      Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3.      Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

3.     Web
    Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
    Salah satu server web yang terkenal di linux adalah Apache. Apache merupakan server web antar platform yang dapat berjalan di beberapa platform seperti linux dan windows. Web Server juga merupakan sebuah komputer yang menyediakan layanan untuk internet.


4.     FTP
    FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi sebagai standar untuk pengiriman file komputer antar mesin-mesin dalam sebuah jaringan.
Cara Kerja FTP
           Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP. Sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP.
     Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus pengiriman antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
           Sebuah server FTP diakses menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.
           FTP menggunakan protokol TCP (Transmission Control Protocol) untuk komunikasi data antara FTP klien dan FTP server. Sehingga di antara kedua komponen tersebut akan tercipta sebuah sesi komunikasi sebelum pengiriman data dimulai.

5.     Email
      E-mail adalah sarana kirim dan mengirim surat melalui jalur Internet atau bisa juga diartikan surat dengan format digital (ditulis dengan menggunakan komputer atau gedget yang telah mendukung aplikasi email) dan dikirimkan melalui jaringan Internet.
Layanan e-mail dapat dikelompokkan dalam 2 basis yaitu :
1.      Email berbasis client
2.      Email berbasis web

Cara Kerja Email :
1.      Pengguna menulis email dan kemudian menginstruksikan aplikasi email untuk mengirimkannya pada alamat penerima.
2.      Aplikasi email mengirim email pada komputer mirip seperti kantor pos dan melayani proses penerimaan dan pengiriman email. Komputer demikian disebut email server.
3.      Email server mengidentifikasikan alamat tujuan dan mengirimkannya ke email server yang lain yang lebih dekat ke alamat tujuan. Ada kalanya, sebuah email dikirimkan melalui beberapa email server, tergantung pada rute yang dilaluinya.
4.      Setelah email sampai pada alamat penerima kemudian disimpan di email server hingga membuka kotak posnya.
5.      Saat penerima membuka kotak posnya, aplikasi email penerima akan meminta email baru yang terdapat di email server dan mengunduhnya ke dalam komputer pengguna.
6.      Penerima dapat segera membaca email baru yang telah di unduh.

PEMODELAN LAPISAN DAN PROTOKOL(MODEL OSI)
•Application Layer : menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya transfer file, email, akses suatu komputer atau layanan.

•Presentation Layer : bertanggung jawab untuk menyandikan informasi. Lapisan ini membuat dua host dapat berkomunikasi.

•Session Layer : membuat sesi untuk proses dan mengakhiri sesi tersebut. Contohnya jika ada login secara interaktif maka sesi dimulai dan kemudian jika ada permintaan log off maka sesi berakhir. Lapisan ini juga menghubungkan lagi jika sesi login terganggu sehingga terputus.

•Transport Layer : lapisan ini mengatur pengiriman pesan dari hos-host di jaringan. Pertama data dibagi-bagi menjadi paket-paket sebelum pengiriman dan kemudian penerima akan menggabungkan paket-paket tersebut menjadi data utuh kembali. Lapisan ini juga memastikan bahwa pengiriman data bebas kesalahan dan kehilangan paket data.

•Network Layer : lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan alamat logis jaringan ke alamat fisik jaringan. Lapisan ini juga member identitas alamat, jalur perjalanan pengiriman data, dan mengatur masalah jaringan misalnya pengiriman paket-paket data.

•Data Link Layer :lapisan data link mengendalikan kesalahan antara dua komputer yang berkomunikasi lewat lapisan physical. Data link biasanya digunakan oleh hub dan switch.

•Physical Layer : lapisan physical mengatur pengiriman data berupa bit lewat kabel. Lapisan ini berkaitan langsung dengan perangkat keras seperti kabel, dan kartu jaringan (LAN CARD). Selain referensi model arsitektur protokol OSI, ada model arsitektur protokol yang umum digunakan yaitu TCP/IP (Transfer Control Protokol/Internet Protocol).

internet dan standar-standar

INTERNET DAN STANDAR-STANDAR

 1. Isp dan layanan-layananya
 ISP merupakan kependekan dari Internet Service Provider yaitu sebuah perusahaan atau badan usaha yang menyediakan layanan jasa sambungan internet dan jasa lainnya yang berhubungan
 Layanan-layanan pada ISP antara lain :
A. Dial Up
Dial up adalah layanan untuk pengguna yang mengakses internet melalui telepon yang
didukung oleh modem.
Misal : Personal Dial Up,LAN Dial Up ISDN dll.

B. Mobile access
Mobile access adalah sebuah layanan untuk akses internet yang bisa didapat dengan
mudah melalui telepon seluler. Layanan ini bermanfaat untuk pengguna telepon seluler
yang mendukung teknologi ini.

C. Hotspot
Hotspot adalah jenis layanan internet untuk pengguna yang memerlukan koneksi internet
pada lokasi-lokasi tertentu. Misal : Bandara,Cafe dll.

D. Wireless
Wireless adalah jenis layanan internet yang menggunakan teknologi tanpa kabel. Dalam
layanan ini memiliki kelebihan terkoneksinya komputer pengguna dengan jaringan internet 24 jam dalam 7 hari seminggu. Disamping itu, biaya tagihannya hanya biaya koneksi internet saja,tanpa dengan biaya telepon.
E. Connection Speed (Kecepatan Koneksi)
Ø  Kecepatan download bervariasi dari 56 kbps untuk dial up.
Ø  Teknologi yang lebih tinggi seperti DSL dan Modem Kabel.
Ø  Koneksi kecepatan tinggi direkomendasikan untuk seseorang yang banyak mendownload program,memainkan game online, atau menjalankan server mereka sendiri.
F. Video on Demand
Ø  Download film secara real-time yang membuat user dapat melihat film di internet secara langsung. Layanan ini juga disebut dengan Streaming Video.
G. Content Filtering (Penyaringan Konten)
Ø  ISP menyediakan software yang dapat mencegah materi spesifik yang terdownload berdasarkan spesifikasi user.
Ø  Software ini sering digunakan untuk memblock situs yang tidak pantas dan memblock serangan siebuah situs.
H. Virus Scanning
Ø  ISP sering memasukkan virus scanning dan anti-spam dalam bagian dari paket koneksinya.
Ø  ISP kebanyakan memindai kode berbahaya dari file yang diupload dari user dan yang sampai ke user berikutnya.

2.Layanan internet ke pengguna akhir
1.  E-mail (Electronic Mail)
Email istilah Indonesia adalah surat elektronik, adalah aplikasi yang memungkinkan para pengguna internet untuk saling berkirim pesan melalui alamat elektronik di internet.
2. www (World Wide Web)
WWW adalah layanan internet yang paling banyak dikenal orang dan paling cepat
perkembangan teknologinya.
3. FTP (File Transfer Protocol)
FTP adalah aplikasi Internet yang digunakan untuk mengirimkan atau mengambil file ke
atau dari sebuah komputer lain melalui jaringan internet.
4. Telnet
Beberapa server di internet memperbolehkan kita untuk mengaksesnya dan menjalankan
beberapa program yang diinstal pada komputer itu.

3.hirarki internet
 Hacker adalah: Seseoang yang tertarikuntuk mengetahui  secara mendalam  mengenai kerja suatu system,komputer,   atau jaringan komputer.

STRUKTUR PENGALAMATAN

STRUKTUR PENGALAMATAN

STRUKTUR PENGALAMATAN

•        Penerapan pengalamatan IP pada LAN
-      Pengalamatan IP adalah pengindetifikasian dengan angka yang di berikan ke setiap mesin di dalam jaringan IP. Pengalamatan IP digunakan untuk menunjukkan lokasi spesifik. Dari alat di dalam jaringan
-      Alamat Ip adalah alamat softwere, bukan alamat hardware yang terpatri kedalam network interfase Card (NIC) dan digunakan untuk menemukan Hots pada jaringan lokal.
-      TERMINOLOGI IP :
o   Bit        : satu bit sama dengan satu digit; bernilai 1 atau 0
o   Byte    : satu byte sama dengan 7 atau 8 bit
o   Octet  : terdiri atas 8 bit, yang menggunakan bilangan biner 8 bit umumnya. Pada bab ini, istilah byte dan octet bisa saling di pertukarkan alamat.
o   Alamat Network : di gunakan dalam routing  untuk menunjukkan pengiriman paket ke remote Networl sebagai contoh, 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0.
o   Alamat Broadcats : alamat yang digunakan oleh aplikasi dan hots untuk mengirim informasi kesemua titik di dalamt jaringan di sebut Alamat Broadcats. Contoh 255.255.255.255.yang berati semua jaringan, 172.16.255.255 yang berati semua subnet dan hots  pada Network 172.16.0.0, dan 10.255.255.255. yang berati broadcats ke semua subnet dan hots pada jaringan 10.0.0.0
Skema Hierarki pegalamatn IP
Alamat IP terdiri atas 32 bit informasi. Bit ini terbagi menjadi 4 bagian. Yang  dikenal sebagai octec byte, dimana masing-masing terdri atas satu byte (8 bit). Anda bisa menggambarkan pengalamata Ip dengan 3 metode.
·         Dotted-decimal seperti 172.16.30.56.
·         Biner seperti 10101100.00010000.00011110.00111000.
·         Heksa Decimal, seperti AC .10.1E.38
Windows Registy adalah contoh yang bagus untk program yang menyimpan alamat Ipmesin dalam bentuk heksa. Pengalamatan 32-bit IP adalah pengalamat yang terstruktur atau hierarki, kebalikan dari pengalamatan Flat (datar) atau hierarki. Walaupun jenis skema pengalamatan bisa digunakan pengalamatan hierarki dipilih dengan alasan yang baik. Keuntungan dari skema jenis ini adalah kemampuannya yang bisa menangani pengalamatan yang sangat besar yaitu: 4.3 millyar (pengalamatan 32 bit dengan 2 kemungkinan nilai untuk setiap posisi bisa kosong atau 1 memberikan anda 232, atau 4. 294. 967.296).
skema dengan 2 atau 3 tingkatan ( level ) bisa dibandingkan denga nomor telepon.bagian pertama yaitu kode area untuk mnunjukkan area yang sangat luas. Bagian kedua, awalnya meyempitkan akupan ke area lokal pengmanggil, segmen terakhir, nomer penglanggan menunjukkan koneksi yang sepsifik. Pengalamatan IP juga menggunaka strukur lapisan yang sama.

•        Subnetting pada jaringan
Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
1. Fungsi Subnetting
fungsi subnetting antara lain:
o        Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
o        Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
o        Pengelolaan yang disederhanakan.
o        Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh


•        VLSM dan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. CIDR juga sering disebut juga dengan suppernetting.
Untuk memahami konsep CIDR lebih lanjut,saya akan memberikan sebuah contoh :
Misalnya  IP kelas G dapat menjangkau komputer hingga 16 juta host.Tetapi pengguna komputer tidak akan mencapai sebanyak itu , sehingga banyak sekali sisa yang tidak digunakan dan ini bukanlah sesuatu yang efisien.Berikut ini adalah contoh diagram mengenai CIDR

VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. Selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Fungsi VLSM untuk mengurangi jumlah terbuang [ruang;spasi] alamat. Sebagai ganti memberi suatu kelas lengkap A, B atau C jaringan [bagi/kepada] suatu Admin, kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih lanjut membagi lebih lanjut membagi subnet ke dalam beberapa subnets. Oleh karena lebar dari subnet akan diperkecil, maka disebut dengan variable subnet length mask Jaringan yang berkaitan dengan router serial interface hanya mempunyai 2 alamat, oleh karena itu jika kita memberi suatu subnet, mungkin paling kecil adalah (/ 30) untuk itu.
Berikut ini adalah diagram mengenai VLSM :

konfigurasi peralatan-peralatan

KONFIGURASI PERALATAN-PERALATAN

   
  1. Inisiasi konfigurasi router ISR (Integrated Service Router)
ISR mengkombinasikan fitur seperti fungsi routing dan switching, security, voice, koneksi LAN dan WAN ke dalam sebuah alat.
Router adalah komputer khusus yang memiliki tugas utama mengirimkan paket melalui jaringan komputer. Router bertanggungjawab dalam hal mengkoneksikan antar jaringan dengan cara memilih jalur terbaik bagi paket untuk diteruskan sampai ke tujuan akhir.
Komponen Router :
  1. CPU – Menjalankan perintah operating system
  2. Random access memory (RAM) – Berisi file salinan konfigurasi yang sedang berjalan saat ini. Menyimpan routing table. Isi RAM hilang apabila power dimatikan.
  3. Read Only Memory (ROM) – Menyimpan diagnostic software yang digunakan ketika router mulai dinyalakan. Menyimpan program bootstrap router.
  4. Nonvolatile RAM (NVRAM) – Menyimpan startup configuration. Termasuk didalamnya alamat – alamat IP (Routing protocol, Hostname dari router)
  5. Flash memory – Berisi operating system (Cisco IOS)
  6. Interfaces – Terdapat banyak interface fisik yang digunakan untuk terhubung dengan jaringan.
Contoh jenis interface:
– Ethernet / fast Ethernet interfaces
– Serial interfaces
– Management interfaces
Konfigurasi Router
Langkah inisialisasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi router tidaklah terlalu sulit. Cisco IOS menyediakan banyak tool yang dapat digunakan untuk ditambahkan dalam file konfigurasi. Diharapkan setelah melewati modul ini, Anda akan mampu:
  • Memberi nama ke router
  • Setting password
  • Memahami perintah show
  • Mengkonfigurasi interface serial
  • Mengkonfigurasi interface Ethernet
  • Menjalankan perubahan router
  • Menyimpan perubahan konfigurasi
  • Mengkonfigurasi deskripsi interface
  • Mengkonfigurasi message-of-the-day banner
  • Mengkonfigurasi table host
  • Memahami betapa pentingnya backup dan dokumentasi file konfigurasi
  1. Setup Fisik pada ISR
Mengeksekusi file konfigurasi startup atau memasuki mode setup antara lain :
Startup file konfigurasi
File konfigurasi startup adalah file konfigurasi disimpan yang menentukan sifat dari perangkat setiap kali perangkat bertenaga. File ini disimpan dalam non-volatile RAM (NVRAM), yang berarti bahwa itu disimpan bahkan ketika daya ke perangkat dimatikan.
Ketika sebuah router Cisco pertama kali menyala, itu beban perangkat lunak Cisco IOS untuk bekerja memori, atau RAM. Selanjutnya, file konfigurasi startup dicopy dari NVRAM ke RAM. Ketika file konfigurasi startup terisi ke dalam RAM, file menjadi awal menjalankan konfigurasi.

Menjalankan File Konfigurasi
Istilah yang menjalankan konfigurasi mengacu pada konfigurasi saat ini berjalan di RAM pada perangkat. File ini berisi perintah yang digunakan untuk menentukan bagaimana perangkat beroperasi pada jaringan.
Menjalankan file konfigurasi disimpan dalam memori kerja perangkat. Perubahan parameter konfigurasi perangkat dan berbagai dapat dibuat ketika file tersebut dalam memori kerja. Namun, menjalankan konfigurasi hilang setiap kali perangkat dimatikan, kecuali menjalankan konfigurasi disimpan ke file konfigurasi startup.
Setelah file konfigurasi startup terisi dan sepatu router berhasil, perintah show version dapat digunakan untuk memverifikasi dan troubleshoot beberapa perangkat keras dasar dan komponen perangkat lunak yang digunakan selama proses bootup. Output dari perintah show version meliputi:
  1. Konfigurasi SDM Express
Langkah-Langkah Konigurasi SDM Express antara lain :
  1. Nama router.
  2. Tentukan nama pengguna dan menentukan password.
  3. Anda dapat mengkonfigurasi router secara manual menggunakan wizard Cisco SDM Express, atau ketentuan itu dengan file konfigurasi dimuat dari USB tanda atau perangkat USB flash, Aman Perangkat Provisioning (SDP), atau Cisco Network Services, jika didukung oleh Cisco IOS.
  4. Jika Anda menggunakan Cisco Layanan Jaringan untuk mengkonfigurasi router Anda, Anda dapat memberikan parameter Cisco Layanan Jaringan yang akan memungkinkan router untuk menghubungi server Cisco Network Services dan memperoleh konfigurasi.
  5. Mengubah default pabrik alamat IP LAN.
Tugas ini dilewati jika SDP atau Cisco Network Services dipilih untuk pengadaan router.
  1. Buat kolom alamat DHCP untuk LAN.
Tugas ini dilewati jika SDP atau Cisco Network Services dipilih untuk pengadaan router.
  1. Mengidentifikasi server DNS dan nama domain organisasi Anda.Konsultasikan administrator jaringan atau penyedia layanan Internet untuk informasi ini.
Tugas ini dilewati jika SDP atau Cisco Network Services dipilih untuk pengadaan router.
  1. Buat koneksi WAN.
  2. Buat firewall untuk koneksi LAN dan WAN.
  3. Membuat pengaturan yang akan meningkatkan keamanan jaringan dan kinerja.
  1. Konfigurasi koneksi WAN menggunakan SDM Express

INTERNET (WAN): ETHERNET ANTARMUKA

Gunakan jendela ini untuk mengkonfigurasi antarmuka Ethernet WAN.

AKTIFKAN PPPOE KOTAK CENTANG

Jika penyedia layanan Anda mengharuskan menggunakan router PPPoE, periksa untuk mengaktifkan PPPoE enkapsulasi. Hapus tanda centang jika penyedia layanan Anda tidak menggunakan PPPoE. Kotak centang ini tidak tersedia jika router Anda menjalankan rilis Cisco IOS yang tidak mendukung PPPoE enkapsulasi.

ALAMAT JENIS DAFTAR

Pilih salah satu dari berikut:
  1. IP statis Alamat Option
Jika Anda memilih alamat IP statis, masukkan alamat IP dan subnet mask atau bit subnet dalam bidang yang tersedia.
  1. Dinamis (DHCP Client)
Jika Anda memilih Dinamis, router akan menyewa alamat IP dari server DHCP jauh. Masukkan nama server DHCP yang akan memberikan alamat.
  1. IP Option Tak Terbilang
Pilih IP Tak Terbilang jika Anda ingin antarmuka untuk berbagi alamat IP yang telah ditetapkan untuk antarmuka lain. Kemudian, pilih interface yang alamat IP Anda ingin antarmuka yang Anda mengkonfigurasi untuk menggunakan. Jika Anda tidak memilih Enable PPPoE, pilihan ini tidak tersedia.
  1. IP mudah (IP Negosiasi)
Pilih IP Easy (IP Negosiasi) jika router akan mendapatkan alamat IP oleh PPP / IPCP alamat negosiasi. Jika Anda tidak memilih Enable PPPoE, pilihan ini tidak tersedia.

  OTENTIKASI JENIS KOTAK CENTANG

Centang kotak untuk jenis otentikasi yang digunakan oleh penyedia layanan Anda. Jika Anda tidak tahu tipe yang menggunakan penyedia layanan Anda, Anda dapat memeriksa kedua kotak : router akan mencoba kedua jenis otentikasi, dan salah satu upaya akan berhasil.
Otentikasi CHAP lebih aman dari otentikasi PAP.

NAMA PENGGUNA LAPANGAN

Diberikan kepada Anda oleh penyedia layanan Internet atau administrator jaringan dan digunakan sebagai username untuk CHAP dan / atau otentikasi PAP.

SANDI LAPANGAN

Masukkan password persis seperti yang diberikan kepada Anda oleh penyedia layanan Anda. Password adalah case sensitif. Sebagai contoh, password “test” tidak sama dengan “Test”.

KONFIRMASI PASSWORD LAPANGAN

Masukkan kembali password yang sama yang Anda masukkan dalam kotak sebelumnya.

MENYEGARKAN, APPLY CHANGES, BUANG PERUBAHAN BUTTONS

Terlihat jika Anda mengedit konfigurasi awal. Klik Cisco SDM Express Tombol untuk informasi lebih lanjut.
  1. Konfigurasi NAT menggunakan SDM
Langkah 1: Buat sambungan dari PC ke router
  1. Power router.
  2. Power PC.
  3. Nonaktifkan program popup blocker apapun. Popup blocker mencegah jendela SDM dari tayangan tersebut.
  4. Hubungkan NIC PC ke FastEthernet 0 / 0 (Fa0 / 0) port pada router Cisco 1841 ISR dengan Ethernet kabel. Catatan: Sebuah router SDM selain 1841 mungkin memerlukan koneksi ke port yang berbeda untuk mengakses SDM.
  5. Konfigurasi alamat IP PC menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0.
  6. SDM tidak memuat secara otomatis pada router. Anda harus membuka web browser untuk mencapai SDM tersebut. Buka browser web pada PC dan terhubung ke URL berikut:http://192.168.1.1.
  7. Pada Hubungkan ke kotak dialog, masukkan admin untuk username dan cisco123 untuk memasukkan sandi. Ini dikonfigurasi di lab sebelumnya. Klik OK. Aplikasi web utama SDM akan mulai dan Anda akan diminta untuk menggunakan HTTPS. Klik Batal. Pada jendela Peringatan Keamanan, klik Ya untuk mempercayai Cisco aplikasi.
  8. Pastikan bahwa Anda menggunakan versi terbaru SDM. Layar SDM awal yang segera menampilkan setelah login menunjukkan nomor versi saat ini. Hal ini juga ditampilkan pada layar utama ditampilkan SDM di bawah ini, bersama dengan versi IOS.
Langkah 2: Konfigurasi SDM untuk menunjukkan Cisco IOS CLI perintah.
  1. Dari menu Edit SDM di jendela utama, pilih Preferensi.
  2. Periksa perintah Pratinjau sebelum pengiriman ke kotak cek router. Dengan kotak cek ini diperiksa, Anda dapat melihat Cisco IOS perintah CLI yang akan Anda gunakan untuk melakukan konfigurasi fungsi router sebelum perintah-perintah dikirim ke router. Anda dapat mempelajari tentang Cisco IOS Perintah CLI cara ini.
Langkah 3: Peluncuran Wizard NAT Dasar
  1. Dari menu Configure, klik tombol NAT untuk melihat halaman konfigurasi NAT. Klik Dasar NAT tombol radio lalu klik Launch tugas yang terpilih.
  2. Dalam Selamat datang di jendela NAT Dasar Wizard, klik Next
Langkah 4: Pilih antarmuka WAN untuk NAT
  1. Pilih Serial0/0/0 antarmuka WAN dari daftar. Centang kotak untuk kisaran alamat IP yang merupakan jaringan internal dari 192.168.1.0 ke 192.168.1.255. Ini adalah rentang yang memerlukan konversi menggunakan proses NAT.
  2. Klik Next, dan, setelah Anda telah membaca Ringkasan Konfigurasi, klik Finish.
  3. Dalam Kirim ke jendela Konfigurasi Router, meninjau perintah CLI yang dihasilkan oleh Cisco SDM. Ini adalah perintah yang akan dikirimkan ke router untuk mengkonfigurasi NAT. The perintah juga dapat dimasukkan secara manual dari CLI untuk menyelesaikan tugas yang sama. Centang kotak untuk menjalankan Simpan config. untuk startup router config. Catatan: Secara default, perintah yang Anda hanya dihasilkan hanya akan memperbarui router berjalan
    file konfigurasi saat dikirim. Jika router itu dimulai kembali, perubahan yang Anda buat akan hilang. Mencentang kotak ini akan memperbarui file konfigurasi startup juga, dan ketika router di restart, ia akan memuat perintah baru ke dalam menjalankan konfigurasi. Jika Anda memilih untuk tidak menyimpan perintah ke startup config saat ini, gunakan File> Tulis untuk Config startup opsi di SDM atau menggunakan copy running-config startup-config perintah dari CLI menggunakan sesi terminal atau Telnet.
  4. Klik Kirim untuk menyelesaikan konfigurasi router.
  5. Pada jendela Status Pengiriman Perintah, perhatikan teks yang mengatakan bahwa menjalankan config adalah berhasil disalin ke startup config. Klik OK untuk keluar wizard Basic NAT.
  6. Layar NAT akhir ini menunjukkan bahwa Interface Di dalamnya ada Fa0 / 0 dan antarmuka luar S0/0/0. The internal pribadi (Original) alamat akan diterjemahkan secara dinamis ke alamat publik eksternal.
  1. Konfigurasi Router menggunakan CLI IOS
1
Cisco IOS adalah sistem operasi berbasis teks yang digunakan pada perangkat switch dan router buatan Cisco. Perintah-perintah Cisco IOS dikelompokan menjadi beberapa mode yang disebut Exec mode.
Secara umum ada dua mode utama yaitu :
  1. User Execmode
  2. Privileged Exec Pada Privileged Exec mode ini kita bisa masuk pada Global Configuration yang biasa digunakan untuk mengkonfigurasi IP pada tiap interface, Routing, Vlan.
Setting IP pada PC1 :
2
KONFIGURASI R1
Masuk Global Konfigurasi (Konfigurasi hostname, password privillage mode)
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R1
R1(config)#enable secret class
Konfigurasi Line Console dan Line VTY
R1(config)#line console 0
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login
R1(config-line)#exit
R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login
R1(config-line)#exit
Konfigurasi IP Interface
R1(config)#interface se0/0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252
R1(config-if)#clock rate 64000
R1(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/0, changed state to down
R1(config-if)#exit
R1(config)#interface fa0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.2.254 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
R1(config-if)#exit
Konfigurasi Routing RIP Versi 2
R1(config)#router rip
R1(config-router)#version 2
R1(config-router)#network 192.168.1.0
R1(config-router)#network 192.168.2.0
Menyimpan Konfigurasi pada NVRAM
R1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Setting IP pada PC2 :
3
KONFIGURASI R2
Masuk Konfigurasi Global
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname R2
R2(config)#enable secret class
R2(config)#line console 0
R2(config-line)#pass cisco
R2(config-line)#login
R2(config-line)#exit
R2(config)#line vty 0 4
R2(config-line)#pass cisco
R2(config-line)#login
R2(config-line)#exit
R2(config)#interface fa0/0
R2(config-if)#ip address 192.168.3.254 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
R2(config-if)#exit
R2(config)#interface se0/0/1
R2(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0/1, changed state to up
R2(config-if)#
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/1, changed state to up
R2(config-if)#exit
R2(config)#router rip
R2(config-router)#version 2
R2(config-router)#network 192.168.3.0
R2(config-router)#network 192.168.1.0
R1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
PERIFIKASI KONFIGURASI
1. Tampilkan konfigurasi yang sedang berjalan pada tiap router dengan printahshow running-config
2. Temukan hostname, password, ip address dan protokol routing pada router yang telah di konfigurasi
3. Ping PC2 dari Command Prompt PC1
4
4. Trace the network pathatau mengecek jalur network dari PC1 ke PC2 (PC>tracert 192.168.3.3)
5